Berdasarkan data yang telah terkumpul dan kemudian dianalisis, baik itu dengan tekhnik presentasi frekuensi maupun tekhnik statistik, maka bisa diketahui hasil akhirnya sebagai berikut :
1. Jilbab adalah gaun wanita yang longgar yang disyariÂ’atkan Allah untuk menutup aurat wanita. Tentang bentuk jilbab tergantung pada masing-masing pemakai atau disesuaikan dengan kemajuan zaman selama memenuhi syarat menutupi aurat.
2. Tingkat motivasi berpakaian jilbab terhadap akhlak siswi SMUN 5 Semarang dapat dikategorikan cukup. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata angket motivasi berpakaian jilbab terhadap akhlak siswi yaitu sebesar 27,2. Dan nilai rata-rata tersebut termasuk dalam kriteria cukup.
3. Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan presentase frekuensi dari masing-masing variabel, diketahui hasil akhirnya sebagai berikut :
a. Bahwa keaktifan berpakaian jilbab sesuai dengan hasil rating scale dinyatakan baik, karena dari 60 siswi yang diteliti terdapat 25 siswi yang menyatakan sudah aktif/baik dalam memakai jilbab atau mencapai 42%, sedangkan yang menyatakan biasa/cukup terdapat 29 siswi atau mencapai 48%, dan dianggap kurang hanya ada 6 siswi atau mencapai 10%. Tegasnya siswi dalam memakai jilbab tergolong baik.
b. Bahwa akhlak siswi diketahui juga tergolong baik, karena dari 60 siswi yang diteliti terdapat 30 siswi yang berakhlak baik, yaitu mencapai 50%, sedangkan yang sedang/cukup terdapat 23 siswi atau mencapai 38% dan yang kurang terdapat 7 siswi atau mencapai 12%. Tegasnya akhlak siswi berdasarkan analisa ini tergolong pada kategori baik.
4. Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan tekhnik statistik dengan rumus regresi, diketahui hasil akhirnya sebagai berikut, secara total diperoleh nilai Freg empiris sebesar (16,6398327635). Setelah dikonsultasikan dengan F tabel diperoleh, untuk taraf kepercayaan 1% = 4,00 dan untuk taraf kepercayaan 5% = 7,08. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ternyata nilai motivasi berpakaian jilbab mempunyai hubungan dengan akhlak siswi jauh diatas nilai harga F tabel, jadi hipotesa yang menyatakan “terdapat hubungan positif antara motivasi berpakaian jilbab dengan akhlak siswi SMUN 5 Semarang” dapat diterima kebenarannya. Dengan kata lain semakin sering atau semakin tinggi keinginan siswi untuk memakai jilbab, maka semakin baik pula akhlak siswi dalam kehidupan sehari-hari.
B. Saran – Saran
Berdasarkan pada observasi dan analisa data penelitian serta kesimpulan diatas menunjukkan bahwa ada hubungan motivasi berpakaian jilbab dengan akhlak siswi SMUN 5 Semarang. Walau telah diketahui bahwa motivasi berpakaian jilbab dan akhlak termasuk dalam kategori tinggi tetapi masih dibawah 50%. Ini berarti perlu adanya upaya peningkatan baik dalam berpakaian jilbab ataupun akhlak siswi.
Untuk itu penulis akan menyampaikan beberapa sumbangan pikiran berupa saran-saran sebagai berikut :
1. Lembaga Pendidikan
Hendaknya lembaga pendidikan lebih memberikan perhatian terhadap keberlangsungan dari pelaksanaan praktek ajaran agama dengan himbauan-himbauan yang bersifat anjuran demi terciptanya akhlak yang baik, baik dalam lingkungan sekolah maupun diluar sekolah.
2. Pendidik
Bagi pendidik hendaknya meningkatkan rasa keagamaan yang betul-betul mendalam selaras dengan kemajuan budaya melaluyi kegiatan serta aktivitas keagamaan baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler melalui penanaman kesadaran keagamaan bagi para siswi dengan mengadakan aktivitas keagamaan pada waktu-waktu tertentu, misalnya hari besar Islam ataupun pada bulan ramadlan sehingga nilai-nilai keagamaan akan tertanam dan melekat pada jiwa mereka yang mengakibatkan akhlak dan perilakunya selalu dijiwai oleh nilai-nilai agama yang Islami, baik itu dalam beribadah ataupun dalam pergaulan sehari-hari dengan orang lain.
3. Bagi Siswi
Dalam interaksi sosial baik didalam kelas maupun diluar kelas, hendaknya bisa membawa diri kejalan yang benar sesuai dengan norma susila dan agama, sehingga akan selalu mencerminkan wanita muslimah yang berguna bagi nusa bangsa dan agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar